Dana Desa Bisa Membangun Lapangan Sekelas FIFA


Tasikmalaya, mediatiga.id - Belakangan ini lapangan sepakbola berstandar FIFA ramai diperbincangkan di media sosial bahkan menjadi viral di media sosial, lapangan sepakbola yang diberi nama Lodaya Sakti tersebut berada disebuah desa bernama Cisayong di kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Awal mulanya Pemerintah Desa Cisayong menginginkan sarana olahraga yang bermasyarakat dan disukai banyak anak muda, kemudian direncanakan pembangunan lapangan sepakbola dengan menggunakan rumput dari Eropa yakni jenis Zoysia matrella (ZM).
Jenis rumput ini masuk dalam kategori kualitas tinggi dengan kerapatan, elastisitas, kemampuan menahan beban, pemulihan diri, dan perakarannya yang sempurna, sehingga bisa mengurangi risiko cedera bagi para pemain.

Saat dihubungi meelalui WhatsApp kepala Desa Cisayong Yudi Cahyudin menuturkan, pembangunan sarana olahraga di desa ini direncanakan berdasarkan dengan Permendes Nomor 19 Tahun 2017 tentang Penetapan Prioritas Dana Desa Tahun 2018 juga mendapat persetujuan dari semua unsur masyarakat.

"Nah Pemerintah Desa Cisayong memperioritaskan terhadap pembangunan sarana olah raga lapang sepakbola menghabiskan Dana kurang lebih 1,4 M.. itu pembangunan TPT Lapang,Perataan Tanah,Drainase Lapang,Water Sprinkle Sistem,Pasir jenis 02 media tanam Rumput Zoysia Matrella dan Pagar Ram Kawat Lapang." Jelas Yudi Cahyudin kepada mediatiga.id

lanjutnya, pemerintah desa akan melanjutkan area joging track, lampu penerangan dan tribun penonton yang akan diekerjakan selanjutnya. Pembangunan ini menghabiskan waktu 7 bulan. Sumber Dana Desa 2018 dan Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi.

"Pekerjaan ini akan berjalan sampe tahun 2019 untuk memaksimalkan pembangunan fasilitas lainnya dilapang bola." Ucapnya.

Dalam proses pembangunan ini masyarakat hanya berperan sebagai para pekerja teknis, karena proses pembangunan yang menggunakan Dana Desa harus denhan pola padat karya tunai melibatkan masyarakat desa. Kemudian untuk perawatan lapang bola ini kedepan dalam setiap bulan harus menghabiskan sekitar 5jt untuk biaya listrik, penyiraman rumput oleh air, pemotongan rumput dan pemupukan rumput.

"Alhamdulillah sampe saat ini antusias animo masyarakat terhadap hasil pembangunan lapang bola ini sangat baik, bahkan banyak masyarakat yang berolah raga dan berfhoto - fhoto." Tutur kepala desa.

Semoga saja lapang selain untuk tempat berolah raga masyarakat bisa juga dijadikan tempat area refreshing bermain, sedangkan untuk pengelolaan lapang bola ini dalam urusan sewa menyewa dan perawatan lapangnya ini ada kepala unit pengelola lapang dibawah naungan BUMDesa Sakti Lodaya Desa Cisayong.

"Untuk sekolah sepak bola dan event tournament liga atau cup itu diurus oleh Sakti Lodaya Foundation." Terangnya.

Harapannya sebagai unsur dipemerintah desa mudah-mudahan desa Cisayong menjadi desa layak pemuda yang punya icon lapang sepakbola yang berstandar FIFA ini mampu mencetak generasi generasi muda kedepan menjadi pemain pemain sepakbola yang hebat dan handal juga teruji. (Degum)

No comments