Pengamat Penerbangan : “Transportasi udara teraman di dunia”


Cirebon, mediatiga.id -  Peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 menuai berbagai tanggapan. Mulai dari standar keselamatan hingga ucapan bela sungkawa dari berbagai kalangan, terlebih dari keluarga korban. Hingga kini, petugas gabungan masih melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di sekitar lokasi jatuhnya pesawat yakni di Tanjung Karawang.

Pengamat Penerbangan sekaligus Dosen Transportasi Udara Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Anton Octavianto mengucapkan duka sedalam-dalamnya kepada korban dan keluarga korban karena peristiwa ini yang terbesar dan menyita perhatian banyak kalangan.
“Kejadian kemarin tentunya berita duka bagi seluruh komponen bangsa khususnya di industri penerbangan,” katanya, Rabu 31/10/2018.

Ia memastikan, transportasi udara merupakan moda transportasi teraman di dunia karena memiliki standar keselamatan yang tinggi, baik armada maupun keselamatan penumpang.

“Setiap maskapai memiliki standar keamanan yang tinggi atau zero accident,” ujarnya.

Menurutnya, kerusakan atau gangguan pada mesin dalam pesawat terbaru termasuk milik Lion Air merupakan hal yang wajar karena unit yang baru juga memiliki kekurangan.

“Kalau kemarin ada trouble, mungkin namanya barang baru ya sama dengan lainnya, mobil juga kalau baru pasti ada saja kurangnya seperti AC yang rusak, atau bodi yang lecet,” ujarnya.

Ia menyatakan, untuk industri penerbangan kini sudah dikelola lebuh baik dan pemerintah sangat terbuka dengan industri penerbangan termasuk dalam memberikan dukungan regulasi, perlindungan, dan koordinasi.

“Sekarang sudah lebih baik. Pemerintah lebih care terhadap industri penerbangan,”ungkapnya.(Reno)

No comments