BI Cirebon Stabilkan Harga dengan Pasar Murah


Cirebon, mediatiga.id - Menjelang akhir tahun 2018, Bank Indonesia Cirebon dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar pasar murah. Pasar murah ini diadakan di dua tempat yang berbeda selama tiga hari. Komoditas yang dijual pun beragam yakni bawang merah, daging ayam, telur ayam, cabe, beras, dan lainnya. Bahan pokok itu dijual dibawah harga pasar.
Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Pereakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon Rawindra Ardiansah mengatakan, menjelang akhir tahun bahan pokok cenderung mengalami kenaikan, untuk itu pihaknya bekerjasama dengan instansi terkait berupaya menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan stok barang.
“Itu yang perlu kita stabilkan, ada harga yang sedikit meningkat seperti beras, daging ayam, telur ayam, dan produk hortikultura,” katanya, Rabu 28/11/2018.
Ia menyatakan, bahan pokok yang dijual di pasar murah selisihnya hingga Rp 5 ribu dari harga pasar.
“Kita jual dibawah harga pasar,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan harga disebabkan karena perubahan musim sehingga terjadi pergeseran masa panen, dan adanya keterbatasan pasokan.
“Masyarakat jangan panik, karena stok pangan aman,” pungkasnya.
Masyarakat pun menyambut pasar murah dengan antusias, hal ini terlihat dari antrian panjang sebelum pasar itu dibuka. Setelah dibuka, warga yang didominasi ibu-ibu ini langsung menyerbu area pasar murah, terutama komoditas cabai yang langsung habis kurang dari satu jam.
“Harganya murah, dan jarang diadakan. Paling satu tahun sekali sampai dua kali,” kata salah seorang warga Perumnas Cirebon, Rokhmah. (Reno)

No comments