Konferensi Pers Kapolres Majalengka Tentang Perkara Tindak Pidana Satwa Yang Dilindungi


Polres Majalengka, Satuan Reskrim Polres Majalengka berhasil mengbongkar sindikat dan mengamankan pelaku jual beli satwa langka yang dilakukan melalui media sosial (medsos) Facebook, Hari ini kami lakukan upaya represif kepada tersangka jual beli satwa yang dilindungi supaya memberikan efek jera," tutur Kapolres Majalengka AKBP Mariyono,SIk,MSi yang didampingi Kasat Reskrim M.Wafdan Muttaqin,SIk,SH,MH dalam Konferensi Pers pengungkapan kasus jual beli satwa liar dan dilindungi di Polres Majalengka, Senin (12/11/2018).

Kapolres Majalengka AKBP Mariyono,SIk,MSi mengungkapkan, seorang berinisial FN (22), Mahasiswa, warga Kelurahan Majalengka weta telah ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut. Dia menerangkan, penangkapan FN dilakukan usai polisi mendapat laporan tentang perdagangan satwa langka di media sosial dari Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA).

Proses penangkapan adanya temuan dari media sosial berupa FACEBOOK tentang jual beli satwa yang dilindungi di wilayah hukum Polres Majalengka, dan selanjutnya dilakukan proses penyelidikan dengan secara mendalam dan terdapat salah satu orang yaitu tersangka FN.

Kemudian dilakukan proses penangkapan di rumahnya dan ditemukan beberapa satwa yang dilindungi didalam rumahnya tersebut. Maka dengan  adanya hal tersebut tersangka FN dilakukan proses penyidikan lebih lanjut berdasarkan bukti permulaan yang cukup.

Sat Reskrim berhasil mengamankan 2 (Dua) Ekor Landak jawa (Hystrix Javanica). berikut kandang terbuat dari besi, 1 (satu) Ekor Kukang (Nycticebus Javanicus). berikut kandang terbuat dari besi, 1 (Satu) Buah handphone merk Xiaomi Red mi warna hitam, 1 (Satu) buah buku tabungan bank BNI Syariah norek : 1019337584. An.YN, 1 (Satu) buah sarung tangan Glove dan1 (Satu) buah gelang tangan warna merah.

Tersangka FN melakukan penjualan Menyimpan, Memiliki, Memelihara dan Memperniagakan Satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Dengan cara yaitu FN yang tergabung dalam komunitas pencinta Satwa membeli satwa dari orang lain kemudian disimpan serta dipelihara dirumahnya sendiri yang selanjutnya Satwa tersebut dijual untuk diiklankan melalui sarana Sosmed berupa Facebook serta COD (Cas On Delivery).

Apabila ada yang minat terhadap Satwa milik terlapor lalu sipembeli dan terlapor saling tukar nomor kontak dengan tujuan untuk menentukan tempat lokasi transaksi jual beli satwa tersebut. sedangkan untuk pembayaran melalui transper melalui ATM Bank BNI Syariah dengan norek : 1019337584.An.YN.

Kapolres Majalengka AKBP Mariyono,SIk,MSi mengatakan tersangka FN dijerat Pasal 21 ayat 2 huruf A Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. "Dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta," ucapnya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Wilayah III Cirebon Slamet mengatakan akan melakukan pemeriksaan kesehatan satwa langka yang berhasil diamankan pihaknya bersama Polres Majalengka terlebih dahulu. Jika memungkinkan, satwa tersebut akan segera dilepaskan ke alam liar. "Yang masih sakit kami rawat terlebih dahulu," ucapnya.

Atensi dari Kapolri dan Kapolda menosialiasikan kepada Masyarakat tentang hewan langka yang dilindungi, dan hasil sosialiasi kemudian masyarakat menyerahkan berupa Burung Nuri Bayan, Nuri Raja Ambon, Kakatua Putih Besar, Soa Dia Layar, dan Trenggiling. (Humas Polres Majalengka)

No comments