Perwakilan Freeport Sekaligus Tokoh Papua Amungme Berharap Segera Bertemu Dengan Presiden Jokowi.

Foto : Wahyu TJ Joefry Lumintang Ketum Organ Pondasi Jokowi dan Silas Natkime

Jakarta, MediaTiga.Id – Nama Silas Natkime menjadi satu di antara 10 orang Papua yang berhasil duduk di jajaran Vice President (VP) PT Freeport Indonesia (PTFI). Silas, begitu sapaan akrabnya menduduki posisi sebagai VP Senior Advisor, Employee Development PTFI.

Figur Silas Natkime ini sangat dikenal oleh kebanyakan warga masyarakat asal suku Amungme dan Komoro serta Lima Suku Kekerabatan lainnya itu. Salah satu pejuang asal tanah Amungme ini berpenampilan sederhana dan low profile, itu kesan yang terlihat oleh Media Tiga.Id saat bertemu dengannya di Sekretariat Organ Relawan Pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin Pondasi Jokowi Satu di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/11).

“Kalau di PT Freeport Indonesia, saya adalah mewakili Perusahaan dan Manajemen. Kalau di daerah Papua saya adalah Tokoh Papua sekaligus Tokoh Adat. Ketiga poin ini saya sering saya sampaikan sebagai bentuk komunikasi terkait situasi dan kondisi Papua termasuk Masyarakatnya. Seperti itulah saya datang menyampaikan kepada semua stakeholder yang ada di pemerintahan maupun di dalam Freeport, dan itu yang selalu saya sampaikan bahwa hubungan komunikasi dengan pemerintah, Pak Jokowi dari tahun 2014 sampai hari ini kami sangat hormati dan sosok Pak Jokowi diakui terutama di mata kita orang Papua,” kata Silas.

Hal ini dikarenakan selama 50 tahun dengan beberapa Presiden yang memimpin republik belum pernah mengunjungi secara rutin ke Papua selain Soekarno yang merupakan Presiden Pertama Republik Indonesia.

“Tapi kehadiran Pak Jokowi ini selama hampir 5 tahun ini sudah 9-10 kali berkunjung ke Papua. Ini sesuatu yang luar biasa, itu bentuk kerendahan hati Bapak Presiden, dia menyatu dengan rakyat dan dia sangat profesional, saya pribadi akui itu dan sebagai rakyat kita mendukung beliau. Beliau punya hati, pandangan, pemikiran, dan komitmen untuk melakukan perubahan. Indonesia saat ini sudah mengalami banyak perubahan. Kita tidak ada pilihan, tujuan dan sosok yang lain selain Pak Jokowi yang sudah membawa bangsa ini mengalami perubahan. Untuk itu mari kita satukan tekad mendukung Pak Jokowi tetap menjadi Presiden. Itu harapan kita orang Papua dan masyarakat Indonesia,” tutur Silas.

Menurut Silas sejak dilantik pada Oktober 2014 lalu, Presiden Joko Widodo telah sepuluh kali melakukan Kunjungan kerja ke Pulau Papua. Sudah banyak wilayah Papua sudah dikunjungi Presiden Ke 7 Republik Indonesia ini seperti Sorong, Jayapura, Wamena, Merauke termasuk daerah terpencil. Namun untuk kabupaten Timika Papua Presiden Jokowi belum pernah berkunjung kesana.

“Tujuan kedatangan saya yang kedua kali kesini adalah ingin bertemu Pak Jokowi bahwa beliau sudah menginjak hampir semua daerah di Papua seperti Jayapura, Manokwari, Sorong, dan daerah lainnya di Papua. Tapi ke Timika sama sekali belum dikunjungi khususnya PT. Freeport. Padahal harapan Freeport dan harapan masyarakat Timika itu besar sekali. Mudah-mudahan jika Pak Jokowi kembali jadi Presiden, kami berharap terus berkomunikasi dengan kami, supaya kita bisa mendukung beliau membangun Timika untuk lebih maju. Kami tidak berharap lagi dengan sosok pemimpin yang lain, hanya dengan Pak Jokowi, Papua, Indonesia dan Dunia juga ikut mengalami perubahan. Kalau wilayah Papua seperti Jayapura, Sorong, Kaimana, Biak, Wamena, Merauke dan termasuk daerah terpencil sudah dikunjungi Pak Jokowi. Hanya yang belum dikunjungi itu Timika. Oleh karena itu sebagai tokoh Papua saya berharap Pak Jokowi hadir mengunjungi Timika bertemu dengan saya termasuk masyarakat Timika. Karena Timika sendiri punya banyak masalah terutama masyarakat Timika masih ada yang belum sejahtera. Pak Jokowi harus datang melihat kami yang ada di Timika dan di Freeport. Beliau harus menyaksikan pembangunan Timika dan operasional Freeport, karena Pemerintah Indonesia punya kepentingan di Freeport. Termasuk Papua sendiri juga punya kepentingan di Freeport. Untuk itu mari kita bersama-sama menjaga kepentingan Indonesia dengan mendukung operasional Freeport supaya generasi Papua sekarang ini terjamin dengan semakin meningkatnya wawasan dan pikiran untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Saat ini Freeport adalah perusahaan yang berteknologi tinggi, untuk itu Pak Jokowi hadir mengunjungi Freeport untuk melihat dampak positif perusahaan ini kepada masyarakat Timika khususnya dan Papua umumnya. Itu langsung beliau lihat dan saksikan situasi dan kondisi Freeport saat ini,” harap Silas.

Pemerintah sudah bisa mulai melakukan divestasi saham Freeport sebesar 51% setelah adanya penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara Freeport McMoRan Inc, induk usaha PT Freeport Indonesia (PTFI), dengan BUMN PT Inalum (Persero) selaku BUMN. Untuk itu Silas berharap kontrak karya Freeport segera diperpanjang agar perusahan tambang terbesar itu bisa beroperasi kembali.

“Kami berharap agar kontrak karya untuk PT Freeport mendapat persetujuan Pak Jokowi, sehingga perusahaan ini bisa berjalan terus, sehingga masa depan kita orang Papua akan lebih baik lagi. Disamping itu dengan disetujuinya kontrak karya tersebut menjadi bukti bahwa perusahaan Amerika ini punya teknologi tinggi disamping dukungan modal yang kuat sehingga memberi banyak manfaat bagi Indonesia untuk lebih maju lagi. Lebih sering kunjungi Freeport dan untuk itu minggu depan saya ingin bertemu Pak Jokowi untuk menjelaskan tentang kondisi Papua terkait pembangunan. Maksud dan tujuan saya bertemu beliau adalah sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat Timika Papua yang berkaitan dengan hak ulayat, itu menurut saya hal terpenting, karena sampai saat ini belum dibayar. Untuk itu kami berharap Pak Jokowi membantu agar hak ulayat tersebut terpenuhi dan dibayar kepada pemiliknya. Walaupun ada masyarakat Timika yang hak ulayatnya sudah terpenuhi tapi disisi yang lain masih ada yang belum karena Freeport belum beroperasi walaupun proses kontrak karya ini masih berproses, kami masih terus menunggu sampai kontrak karya ini ditandatangani. Itu adalah harapan kita. Pada event Natal dan Tahun Baru kami berharap Pak Jokowi datang dan merayakan natal bersama dengan masyarakat Timika dan karyawan Freeport. Bapak sudah kunjungi daerah lain di Papua tapi khusus ke Timika itu belum pernah sekalipun datang. Datang dan kunjungi Timika, lihat dan kunjungi Freeport termasuk Tembagapura. Kalau sudah hadir kesini, kami menganggap Pak Jokowi seperti hadir ke rumahnya sendiri. Kami bangga untuk itu, dan kami akan terus mendukung Pak Jokowi tetap jadi Presiden. Mudah-mudahan dalam waktu dekat secara internal saya akan bertemu dan berbicara dengan Pak Jokowi sebagai teman, dan sebagai pendukung saya bisa kembali bertemu kembali dengan beliau. Pak Joefry Lumintang dari Pondasi Satu Jokowi bisa menjadi fasilitator untuk bertemu dengan Pak Jokowi. Selain itu dengan divestasi saham Freeport sebesar 51% itu berarti Indonesia ikut menjadi pemilik PT Freeport bermitra dengan Amerika supaya kepentingan negara Indonesia terwakili di perusahaan itu dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan satu sama lain dengan prinsip ‘Win-win Solution’ dalam rangka membangun Papua dan Indonesia,” tandas Silas.

Sedangkan Joefry Lumintang yang saat ini menjabat Ketua Umum Pondasi Jokowi Satu, salah satu organ relawan pendukung Jokowi-Ma’ruf mengatakan aspirasi masyarakat Papua khususnya Timika harus didengar Pemerintah Pusat terutama terkait izin operasi PT Freeport Indonesia di Tembagapura.

“Kami melihat aspirasi dari masyarakat Papua khususnya Timika, dan pada khususnya lagi PT Freeport terutama masyarakat Papua yang bekerja di Freeport kami melihat aspirasi ini harus sampai kepada Presiden. Agar apa yang menjadi kepentingan bersama seperti kepentingan masyarakat Papua pada khususnya itu harus diketahui oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden Joko Widodo. Dan kami Pondasi Jokowi Satu disini akan mengantarkan Pak Silas Natkime untuk bertemu dengan Pak Jokowi menyampaikan semua unek-unek, keluhan-keluhan, dan masukan kepada Pak Jokowi, agar supaya pembicaraan yang sudah digaung-gaungkan terkait divestasi saham Freeport sebesar 51% ini dapat disampaikan langsung oleh tokoh-tokoh Papua khususnya Pak Silas Natkime ini. Jadi kita Pondasi Jokowi Satu ini membantu memfasilitasi saja pertemuan dengan Pak Jokowi.

Pondasi Jokowi Satu menurut Joefry adalah sebagai fasilitator bertemunya Tokoh Papua asal Amungme dengan Presiden Jokowi.

“Menurut saya kedatangan Pak Silas ini ke Jakarta untuk bertemu dengan Pak Jokowi sangat bagus. Karena disini yang kami lihat memperjuangkan kepentingan seluruh rakyat Papua khususnya rakyat Timika yang ada di Papua. Dan kami lihat perjuangan Pak Silas ini didukung masyarakat Papua itu sendiri. Di Papua itu sendiri banyak kepentingan-kepentingan yang bermain di area PT Freeport yang tidak menguntungkan masyarakat itu sendiri yang ada di Papua. Hal iniilah yang harus kita angkat dan diperjelas, harus jelas dengan Pemerintah Pusat. Jangan sampai masalah divestasi saham 51% ini malah merugikan masyarakat Papua khususnya Timika,” tutup Joefry.(Wahyu Tj)

No comments