Aktivis GJI sambut hari Ham Internasional. Ini yang mereka suarakan.


Jakarta, Mediatiga.Id - Di dalam wawancara  mediatiga.id kepada narasumber yang bernama Novi Viky Akihary sebagai Humas Presidium "GERAKAN JAGA INDONESIA, Beliau menjelaskan maksud dan tujuan aksinya yang telah dilakukan didepan kantor Kemenpolhukam pukul :13:00 wib tadi siang, menjelaskan bahwa pertamanya "Gerakan Jaga Indonesia"(GJI) narasi besar kebangsaan,bukan organisasi permanen. Tetapi GJI juga mengajak semua elemen bangsa untuk menjaga Republik Indonesia ini, dari ancaman munculnya gerakan intoleransi, radikalisme yang mengatas namakan agama tertentu dan sebagainya.Oleh dari itu juga kemudian sehubungan dengan diperingatinya Hari HAM INTERNASONAL yang diselenggarakan pada hari senin,tanggal 10/12/2018.


Dari wawancara kami media tiga.id kepada Novi V.A, mengatakan "kami melihat beberapa hal diantara lainnya ! Bahwa ada ketimpangan, diskriminasi "HAM" itu sendiri dan ini dilakukan oleh pemerintah di indonesia wilayah bagian timur khususnya papua.

Dengan menanggapi adanya hari HAM INTERNASIONAL yang jatuh pada hari Senin,tanggal,10/12/2018 tersebut menurut Novi V.A, Gerakan Jaga Indonesia mendukung dengan apa yang rakyat papua inginkan arti kemerdekaan itu dimata mereka sendiri yaitu ;                                                                        1.* Kemerdekaan dari penindasan yang dilakukan oleh bangsanya sendiri.                                                              2.* Kemerdekaan dari kemiskinan.                        3.*Kemerdekaan dari pada masalah-masalah ekonomi itu pun obyek yang sangat penting, menurut kami semua yang menyebabkan keterpurukan oleh rakyat papua itu sendiri.  
                             
Pada hal rakyat papua itu, wilayah di Indonesia bagian timur yang pada umumnya telah memberikan kontribusi yang cukup  besar untuk Republik Indonesia kita semua ini dalam kekayaan alam dan mineralnya. Dan oleh sebab itu kami juga menyoroti peristiwa kejadian pada tanggal, 02/12/2018, yang terjadi di Nduga tentang kasus penembakkan dengan para korban yang cukup banyak yang korbannya dari para 31 pekerja kontruksi istana karya yang membangun proyek jembatan dipapua sana, baru-baru ini kemarin tambahnya.

Juga Gerakan Jaga Indonesia menyoroti meminta kepara aparatur penegak hukum terutama Polri, TNI dan Kemenpolhukam dapat bertindak dengan tegas menangkap dan menghukum para pelaku penembakan tersebut sampai ke akar-akarnya, itu pun sangat penting bagi kami dan tidak bisa ditolelir lagi karena itu sebuah kebiadaban tidak manusiawi menurut kami Gerakan Jaga Indonesia tegas," Ungkap  Novi V.A

Pihaknya juga menerima berdasarkan laporan adanya warga masyarakat di Nduga yang tidak diajak dalam bekerja proyek pekerjaan pembangunan jembatan tersebut. Sehingga mereka merasa sebagian besar warga masyarakat papua merasa kekecewaannya kepada perusahaan dan pemerintah daerah khususnya pemerintah di pusat.Di karenakan mereka tidak bisa atau tidak merasa mampu bekerja didalam pengerjaan kontruksi proyek pembangunan jembatan tersebut, sehingga terjadinya penembakan 31 para pekerja kontruksi istana karya.

"Sebab SDM disana cukup minim sekali dan kurang terampil dalam pengerjaan proyek jembatan tersebut. Ini seharusnya menjadi tugas kita bersama, antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat". Ungkapnya

Novi berpendapat semuapihak dapat melihat juga dalam sejarah yang panjang dari OPM, tidak pernah kita lihat menembak mati dalam jumlah cukup banyak hingga menelan korban 31 korban para pekerja kontruksi tersebut baru-baru ini terjadi kemarin. Juga kami pun melihat begini, satu kelompok gerakan bebarengan dengan kejadian kemarin di Nduga papua.

Secara by desaign yang dirancang dengan rapinya dari sederet rentetan daftar panjang dari kejadian masalah-masalah yang terjadi di Republik Indonesia ini, baik kejadian yang menjadi isu nasional seperti reuni 212 di Jakarta, Insiden pembakaran bendera di Garut, Surabaya,dan Papua kemarin.

"Kami pun sangat yakin ini sebuah by design yang cukup rapi kami nilainya.Yang dilakukan khususnya di Papua sana, kami pun menilai pula ada kekuatan sangat besar dibelakang kejadian-kejadian tersebut dan ada orang yang menciptakan agar semuanya bisa terjadi sebagai mana mestinya dengan mereka lakukan sesuai rencana tersebut. Setelah kami mendatangi dengan aksi kepedulian kami Gerakan Jaga Indonesia(GJI) di kantor kemenkopolhukam tadi dan meminta pemerintah menuntut agar di usut tuntas secepatnya, tidak pandang bulu kepada siapa pun dikarenakan sudah banyak korban baik dari 31 sipil dan aparatur juga". Novi menuturkan.

Novi V.A, pun mengatakan kepada awak mediatiga.id, bahwa negara NKRI ini didirikan atas kesepakatan-kesepakatan oleh para pendiri-pendiri bangsa dan founding father kita dengan berbagai lapisan latar belakang dan elemen-elemen bangsa dan negeri ini.

Semangat persatuan dan kesatuan dengan kebersamaan yang sudah terjalin baik selama ini. Dengan bentuk melawan yang reaktif dan kreatif masyarakat Indonesia, khususnya para aktivis Gerakan Jaga Indonesia yang akan melakukan kegiatan parade budaya yang akan melibatkan semua elemen bangsa yang ada diberbagai wilayah di Indonesia. Juga kepentingan-kepentingan kelompok yang akan kita ajak membangun ornamen-ornamen baru dengan satu hal saja.

Menurutnya semua hal yang reaktif yaitu semua hal yang baik secara politik, sosial dan sebagainya, yang nanti akan merongrong kepentingan NKRI. Gerakan Jaga Indonesia akan bersikap reaktif penuh, setelah tadi masalah kebangsaan yang lainnya yang tadi kita temui  peserta aksi lain yang berbarengan selain aksi Gerakan Jaga Indonesia yang berakhir ditaman pandangan depan Istana Merdeka Jakarta. Dengan permasalahan karyawan free port yang ada sekitar 8300 ribu orang karyawan tersebut diberhentikan secara sepihak oleh management free port, kami akan ikut memperjuangkan dan memediasi kepada pemerintah agar dapat diproses dipekerjakan kembali haknya dan pemerintah dapat membatalkan hal tersebut dengan teguran kepada PT.Free Port agar dapat semua berjalan baik sebagai semestinya dalam menjalani hidup 8300 ribu karyawan tersebut.(Wahyu Tj mediatiga.id,dari Jakarta melaporkan)

"Kita cinta Indonesia, Kita jaga NKRI,Kita menjunjung tinggi asas kebersamaan dan kebangsaan yang sudah kita sepakati bersama, yaitu PANCASILA dan BHINNEKA TUNGGAL IKA, sebagai dasar negara INDONESIA".  Pungkasnya dari wawancara Novi V.A kepada mediatiga.id,

No comments